Jumat, 02 Maret 2012

Kepemimpinan Tradisional dan Moderen


 
Kepemimpinan tradisional dan moderen
KEPEMIMPINAN

Manusia di muka bumi ini sebagai kholifah (Al-Baqarah ayat 30), Prinsip yang harus
dikembangankan  oleh  seorang  kholifah  adalah  dapat  menjaga  hubungan  manusia  dengan
Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungannya dengan makhluk lain (alam).
Pemimpin merupakan salah satu faktor penentu dalam menciptakan keadaan masyarakat.
A. Pengertian
Pengertian pemimpin menurut beberapa ahli:
1.  G.R.Terry,    pemimpin     adalah   kegiatan    untuk   mempengaruhi       orang   agar    mampu
    bekerjasama dan bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan.
2.  H. A. Simon, pemimpin adalah seseorang yang dapat mempersatukan dalam mengejar
    tujuan.
3.  Prof. DR. H. Arifin Abu Rahman, pemimpin adalah seseorang yang dapat menggerakan
    orang-orang yang ada disekelilingnya untuk mengikuti jejak pemimpin.
Pengertian Kepemimpinan menurut para Ahli:
1.  Yaitu seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, kemampuan untuk membimbing
    orang-orang (Haword W. Hoyt).
2.  Yaitu suatu kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang-orang agar mau bekerja sama
    menuju  kearah  suatu  tujuan  tertentu  yang  mereka  inginkan  bersama.  (Sondang  P.
    Siagian MPA. Pg. D.)
3.  Yaitu  kemampuan      dari  seseorang    untuk   mempengaruhi      orang   lain  bertingkah   laku sebagaimana di kehendaki. (Soejono Soekanto).
4.  Yaitu  kegiatan  untuk  mempengaruhi  orang  lain  agar  dapat  diarahkan  untuk  mencapai
    tujuan  organisasi/kadang-kadang  pribadi.  Seorang  pemimpin  harus  berprinsip  bahwa
    kami berbuat sebelum orang lain memikirkan.

        Jadi kepemimpinan adalah cara atau gaya pemimpin orang yang melaksanakan gaya
tersebut.

Unsur-unsur kepemimpinan yaitu:
1.  Ada orang yang mempengaruhi (Pemimpin)
2.  Ada orang yang di pengaruhi (Bawahan)
3.  Pengaruh yang di berikan berupa pengarahan untuk mencapai tujuan tertentu.

Pendekatan kepemimpinan:
1.  Pendekatan Tradisional
    Menurut     pendekatan     ini, memimpin      berarti   mendikte    bawahan     atas   apa    yang
    dikehendakinya dalam usaha       mencapai tujuan.
2.  Pendekatan berdasarkan sifat
    Pendekatan ini menguraikan kepemimpinan dari sudut sifat atau perangai dari seorang
    pemimpin.
3.  Pendekatan prilaku
    Keberhasilan  pemimpin  dipengaruhi  oleh  sifat  pemimpin,  karakter  pengikut,  sifat-sifat
    pekerjaan     yang    dilaksanakan,     struktur   dan    sifat   organisasi,   serta    sifat-sifat
    lingkungannya.
4.  Pendekatan aktivitas sosial
    Pendekatan ini berdasarkan pada pendapat bahwa gejala kepemimpinan selalu terdapat
    dalam masyarakat.

B. Gaya-gaya Kepemimpinan

1.  Gaya otoriter
2.  Gaya pathernalistik
3.  Kharismatik
4.  Gaya Lissoz Faire
5.  Gaya demokratis.

        Tipe   dan  gaya    kepemimpinan     yaitu   pola  tingkah   laku  yang   di  rancang    untuk
mengintegrasikan tujuan organisasi dan tujuan individu untuk mencapi tujuan bersama.

C. Tujuan Kepemimpinan

        Tujuan    kepemimpinan      adalah    memudahkan       usaha    dalam    pencapaian     tujuan
bersama, menganalisa efesiensi kegiatan serta mempersatukan arah dari sebuah kegiatan.

D. Fungsi kepemimpinan

        Adapun tugas kepemimpinan yaitu:
1.  Pemimpin berfungsi sebagai Perencana (Konseptor)
2.  Pemimpin sebagai Organisator
3.  Pemimpin sebagai Dinamisator
4.  Pemimpin sebagai Decession maker
5.  Pemimpin sebagai Pemberi wewenang
6.  Pemimpin sebagai Penanggung jawab
7.  Pemimpin sebagai Pendidik
8.  Pemimpin sebagai Komunikator







E. Teori-teori Kepemimpinan

1. Tradisional
        The Greatmen Theory (Dia terlahir sebagai pemimpin)
        The Trait Theory (Dalam diri manusia itu punya sifat-sifat untuk memimpin)
2. Modern
        Ada tiga variabel yang saling interdependensi:
1.  Pemimpin itu sendiri
2.  Lingkungan
3.  Perilaku pemimpin

    Ini dapat dikatakan kepemimpinan situasional yaitu ada pemimpin, bawahan, dan situasi.

 Teori Kepemimpinan
 Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:
 pemimpin sebagai subjek, dan.
 yang dipimpin sebagai objek.

Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.
 Mitos-mitos Pemimpin

Mitos pemimpin adalah pandangan-pandangan atau keyakinan-keyakinan masyarakat yang dilekatkan kepada gambaran seorang pemimpin. Mitos ini disadari atau tidak mempengaruhi pengembangan pemimpin dalam organisasi. 

Ada 3 (tiga) mitos yang berkembang di masyarakat, yaitu mitos the Birthright, the For All - Seasons , dan the Intensity. Mitos the Birthright berpandangan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dihasilkan (dididik). Mitos ini berbahaya bagi perkembangan regenerasi pemimpin karena yang dipandang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang memang dari sananya dilahirkan sebagai pemimpin, sehingga yang bukan dilahirkan sebagai pemimpin tidak memiliki kesempatan menjadi pemimpin

Mitos the For All - Seasons berpandangan bahwa sekali orang itu menjadi pemimpin selamanya dia akan menjadi pemimpin yang berhasil. Pada kenyataannya keberhasilan seorang pemimpin pada satu situasi dan kondisi tertentu belum tentu sama dengan situasi dan kondisi lainnya. Mitos the Intensity berpandangan bahwa seorang pemimpin harus bisa bersikap tegas dan galak karena pekerja itu pada dasarnya baru akan bekerja jika didorong dengan cara yang keras. Pada kenyataannya kekerasan mempengaruhi peningkatan produktivitas kerja hanya pada awal-awalnya saja, produktivitas 
 Teori Kepemimpinan
 Pustaka Pribadi Notaris Herman ALT
 1
 seterusnya tidak bisa dijamin. Kekerasan pada kenyataannya justru dapat
 menumbuhkan keterpaksaan yang akan dapat menurunkan produktivitas kerja.
 Teori Kepemimpinan
 Pustaka Pribadi Notaris Herman ALT
 2
 Teori-teori dalam Kepemimpinan

Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan.

Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).

Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain :
 Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan
 Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan
 kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.
 Sebab-sebab munculnya pemimpin
 Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
 a.Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin.
 Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta
 didorong oleh kemauan sendiri

b.Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan
 Syarat-syarat kepemimpinan
 Konsepsi mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan
 kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.
 Tipe dan gaya kepemimpinan
 Teori Kepemimpinan
 Pustaka Pribadi Notaris Herman ALT
 3

 Pemimpin mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian
 sendiri yang khas, sehingga tingkah laku dan gayanya berbeda dari orang lain.

Teori-teori dalam kepemimpinan pada umumnya menunjukkan perbedaan karena setiap teoritikus mempunyai segi penekanannya sendiri yang dipandang dari satu aspek tertentu.
 Teori-teori dalam Kepemimpinan
 1. Teori Sifat

Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:

- pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; - sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;

- kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.

Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

 2. Teori Perilaku
 Teori Kepemimpinan
 Pustaka Pribadi Notaris Herman ALT
 

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
 a. konsiderasi dan struktur inisiasi

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima
 usul dan  memikirkan kesejahteraan bawahan

serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi. 
 b. berorientasi kepada bawahan dan produksi

perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.

Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.
 Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan
 dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
 3. Teori Situasional

Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional

 Teori Kepemimpinan
 Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:
 pemimpin sebagai subjek, dan.
 yang dipimpin sebagai objek.

Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.

 Mitos-mitos Pemimpin
Mitos pemimpin adalah pandangan-pandangan atau keyakinan-keyakinan masyarakat yang dilekatkan kepada gambaran seorang pemimpin. Mitos ini disadari atau tidak mempengaruhi pengembangan pemimpin dalam organisasi. 

Ada 3 (tiga) mitos yang berkembang di masyarakat, yaitu mitos the Birthright, the For All - Seasons , dan the Intensity. Mitos the Birthright berpandangan bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dihasilkan (dididik). Mitos ini berbahaya bagi perkembangan regenerasi pemimpin karena yang dipandang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang memang dari sananya dilahirkan sebagai pemimpin, sehingga yang bukan dilahirkan sebagai pemimpin tidak memiliki kesempatan menjadi pemimpin

Mitos the For All - Seasons berpandangan bahwa sekali orang itu menjadi pemimpin selamanya dia akan menjadi pemimpin yang berhasil. Pada kenyataannya keberhasilan seorang pemimpin pada satu situasi dan kondisi tertentu belum tentu sama dengan situasi dan kondisi lainnya. Mitos the Intensity berpandangan bahwa seorang pemimpin harus bisa bersikap tegas dan galak karena pekerja itu pada dasarnya baru akan bekerja jika didorong dengan cara yang keras. Pada kenyataannya kekerasan mempengaruhi peningkatan produktivitas kerja hanya pada awal-awalnya saja, produktivitas 

 seterusnya tidak bisa dijamin. Kekerasan pada kenyataannya justru dapat
 menumbuhkan keterpaksaan yang akan dapat menurunkan produktivitas kerja.
 Teori Kepemimpinan

Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan.

Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).

Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain :
 Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan
 Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan
 kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.
 Sebab-sebab munculnya pemimpin
 Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
 a.Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin.
 Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta
 didorong oleh kemauan sendiri

b.Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan
 Syarat-syarat kepemimpinan
 Konsepsi mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan
 kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.Tipe dan gaya kepemimpinan

 Pemimpin mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian
 sendiri yang khas, sehingga tingkah laku dan gayanya berbeda dari orang lain.

Teori-teori dalam kepemimpinan pada umumnya menunjukkan perbedaan karena setiap teoritikus mempunyai segi penekanannya sendiri yang dipandang dari satu aspek tertentu.
 Teori-teori dalam Kepemimpinan


 1. Teori Sifat

Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:

- pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; - sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;

- kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.

Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.


2. Teori Perilaku

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
 a. konsiderasi dan struktur inisiasi

Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima
 usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan

serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi. 
 b. berorientasi kepada bawahan dan produksi

perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.






Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.
 Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan
 dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
 3. Teori Situasional

Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang 




























REFERENSI
1.      Drs. Muwahid shulhan, M.Ag. Administrasi Pendidikan, Bina Ilmu, 2004
2.      Panduan Pelaksanaan LK-I, Bakornas LPL. 2003-2005.
3.      As-Suwaidan, Thariq M. dan Faisal Umar Basyarahil, Melahirkan Pemimpin Masa Depan, Jakarta: Gema Insani, 2003
4.      Daniel Goleman dkk., Kepemimpinan berdasarkan kecerdasan emosi, alih bahasa oleh Susi Puwoko, Jakarta: Gramedia, 2004
5.      Riberu,  J., Dasar-Dasar Kepemimpinan, Jakarta: Bina Ilmu, 1998
6.      S, Roger Daniel., Keajaiban Emosi Manusia, Jakarta: Think, 2008
7.      Sitompul, Agussalim, Citra HMI,Jakarta: Misaka Galiza, 2008
     Winardi, J., Teori Organisasi dan Pengorganisa
 9. Teori Kepemimpinan Pustaka Pribadi Notaris Herman ALT  ke 5.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar